Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label hal unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hal unik. Tampilkan semua postingan

Harta Karun Bajak Laut Oliver Levasseur

Kita sering mendengar mengenai legenda bajak laut dan harta karunnya yang tersembunyi. Tapi mungkin banyak yang belum pernah mendengar bahwa ada harta bajak laut yang dihubungkan dengan perkumpulan freemason. Ini adalah kisah bajak laut bermata satu, Olivier Levasseur.


Olivier Levasseur lahir di Calais, Perancis, sekitar tahun 1688 - 1690. Nama aliasnya adalah Le Buse atau La Bouche (elang). Julukan ini diperolehnya karena kecepatannya dalam menyerang musuh. Kita mungkin mengira bahwa bajak laut adalah mereka yang berasal dari kaum berandalan, namun tidak demikian dengan Levasseur. Ia lahir dari kalangan borjuis dan berada. Ia bahkan pernah mendapatkan pendidikan yang baik hingga akhirnya menjadi anggota pasukan angkatan laut Perancis.



Petualangannya dimulai ketika terjadi perang Spanish Succession tahun 1701-1714. Levasseur ditugaskan untuk bertempur di dalam perang ini. Ketika perang berakhir, ia dipanggil pulang oleh pemerintah Perancis. Namun ia menolak dan malah bergabung dengan bajak laut Benjamin Hornigold tahun 1716. Akibat perang yang dijalaninya, Olivier membawa sebuah bekas luka di dekat matanya yang membuat pandangannya menjadi lebih terbatas.


Setelah satu tahun melakukan berbagai pembajakan, perkumpulan Hornigold terpecah. Olivier berpisah dan mencoba peruntungannya di pantai barat Afrika. Pada tahun 1719, ia bekerja sama dengan bajak laut Howell Davis dan Thomas Cocklyn.


Pada tahun 1720, mereka menyerang pelabuhan Ouidah di pantai benin dan berhasil menghancurkan benteng-benteng disana. Pada tahun yang sama ia mengalami karam kapal di laut merah dan terdampar di pulau Anjouan, salah satu pulau di Comoro. Saat itu, satu matanya sudah benar-benar menjadi buta dan ia memutuskan untuk memakai penutup mata.


Pada tahun 1721, ia membangun markasnya di pulau Saint Mary, di dekat pantai Madagaskar. Bersama John Taylor dan Edward England, mereka berhasil melakukan beberapa pembajakan yang berhasil. Hasil pertama mereka adalah saat mereka berhasil membajak kapal Laccadives dan berhasil mendapatkan harta senilai 75.000 pound (sekitar 10,35 juta pound saat ini).


Kemudian, kesuksesan mereka yang terbesar datang ketika mereka berhasil menaklukkan kapal portugis Nossa Senhora do Cabo (The Virgin of the Cape) yang penuh dengan harta milik uskup Goa yang juga ada di atas kapal. Harta yang didapat antara lain batangan emas dan perak, lusinan kotak penuh dengan koin golden guineas, berlian, mutiara, batu rubi, sutra dan objek-objek religius dari katedral Saint Catarina di Goa, termasuk Flaming Cross of Goa yang terbuat dari emas murni. Total harta ini diperkirakan bernilai 100 juta poundsterling pada tahun 1968.


Namun petualangan Levasseur berakhir ketika ia ditangkap dan digantung pada tanggal 7 Juli 1730 di pulau Bourbon. Dan dari sinilah legenda mengenai harta yang hilang mulai berkembang.


Legenda mengatakan bahwa ketika ia berdiri di tiang gantungan dengan sepotong kain hitam menutupi matanya, ia mengenakan sebuah kalung yang berisi 17 baris pesan rahasia. Ia melemparkannya ke tengah kerumunan massa yang menyaksikannya dan berteriak,"Temukan hartaku bagi kalian yang bisa mengartikannya!"



Kisah mengenai kalung misterius dan harta ini menghilang selama beberapa abad dari publik hingga tahun 1923. Pada saat itu, seorang wanita bernama Mrs. Rose Savoy yang sedang berjalan-jalan menemukan beberapa ukiran di bebatuan di pantai Bel Ombre dekat Beau Vallon di pulau Mahe, Seychelles.


Selama ini ukiran tersebut tersembunyi dari pandangan akibat air pasang. Namun karena kondisi air yang surut tahun itu, ukiran itu mulai terlihat dan menunjukkan bentuk anjing, ular, kura-kura, kuda, lalat, dua gambar hati yang bersatu, sebuah lubang kunci, mata, kotak, tubuh seorang wanita dan kepala seorang pria.



Seorang notaris yang tinggal di Victoria yang mendengar berita ini percaya bahwa ukiran ini pastilah dibuat oleh para bajak laut. Ia lalu mencari ke dalam arsip-arsip tuanya dan menemukan dua dokumen yang mungkin memiliki hubungan dengan ukiran tersebut. Dokumen pertama adalah sebuah peta pantai Bel Ombre yang terbit tahun 1735 di Lisabon. Dalam peta tersebut tertulis : "Pemilik tanah..La Buse." La Buse adalah nama lain Levasseur.


Dokumen kedua adalah wasiat terakhir dari bajak laut Bernardin Nageon de L'Estang alias Le Butin (penyair) yang meninggal 70 tahun setelah Levasseur yang dengan suatu cara berhasil memiliki harta Levasseur. Dalam wasiat ini tetulis 3 baris Kriptogram dan dua surat.


Salah satu surat tersebut ditujukan untuk keponakannya :


"Aku kehilangan banyak dokumen selama karam kapal. Aku telah berhasil mengumpulkan kembali sejumlah harta yang disembunyikan; Namun masih ada empat lagi yang tertinggal. Kamu bisa menemukannya dengan kunci dan kombinasi dan dengan dokumen lainnya."


Lalu, surat lain yang ditujukan untuk kakak laki-lakinya berbunyi :


"Kapten kami terluka. Ia berusaha memastikan bahwa aku adalah benar seorang freemason. Setelah yakin, ia mempercayakan kepadaku dokumen-dokumen dan rahasianya kepadaku. Berjanjilah bahwa anak tertuamu akan mencari harta tersebut dan memenuhi mimpiku membangun kembali rumah kita. Komandan akan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Jumlahnya ada tiga."


Surat ini pertama kalinya menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan antara perkumpulan freemason dengan harta Levasseur.


Notaris itu kemudian menghubungi Mrs. Savoy dan bersama-sama mereka melakukan penggalian di batu yang ditemukan Mrs.Savoy. Dibawah batu yang memiliki ukiran mata, mereka menemukan dua peti mati yang berisi dua kerangka beserta satu kerangka tanpa peti mati. Tiga kerangka tersebut dipercaya sebagai bajak laut karena cincin emas yang ada pada telinga kiri masing-masing. Tapi tidak ada harta yang ditemukan.



Pada tahun 1947, seorang Inggris bernama Reginald Cruise Wilkins, tetangga Mrs.Savoy mulai mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Ia mulai dari tiga kriptogram dan dua surat yang ditemukan dan menemukan bahwa alphabet misterius tersebut memiiki hubungan dengan simbol masonik.


Wilkins juga menemukan bahwa kriptogram tersebut memiliki hubungan dengan Zodiak, buku clavicles of Solomon dan Dua belas tugas Herkules. Buku Clavicles of Solomon adalah sebuah buku yang berasal dari abad pertengahan yang berisi mistik masa reinassance. Sedangkan dua belas tugas Herkules adalah mitos dari Yunani mengenai dua belas tugas yang harus diselesaikan oleh Herkules.


Dalam usahanya yang panjang dan melelahkan, Wilkins berhasil memecahkan sebagian isi kriptogram tersebut. Ia menemukan petunjuk bahwa harta tersebut berada di sebuah ruang rahasia di dalam tanah. Ruangan itu dilindungi oleh air pasang yang membutuhkan bendungan untuk menahannya dan harus didekati dari sebelah utara. Akses ke dalamnya harus dilakukan lewat tangga batu dan terowongan yang menuju ke bawah pantai.


Wilikins melakukan beberapa penggalian di pulau Mahe. Di dalam sebuah gua, ia menemukan beberapa pistol kuno, beberapa koin dan peti mati bajak laut. Namun Ia tidak menemukan harta karun. Setiap penggalian yang dilakukannya, selalu merujuk kepada petunjuk berikutnya. Mengenai hubungan harta tersebut dengan freemasonry juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.


Setelah mencari selama 27 tahun, Wilkins mulai kehabisan dana. Para investor yang tidak sabar mulai menolak mensponsorinya. Lagipula kesehatannya semakin menurun. Namun Wilkins percaya bahwa ia sudah sangat mendekati lokasi harta tersebut. Sayang, pada tanggal 3 Mei 1977 Wilkins meninggal dunia tanpa berhasil memecahkan potongan terakhir kode rahasia tersebut. Saat ini anaknya, John, yang berprofesi sebagai guru sejarah, meneruskan usahanya untuk menemukan harta tersebut.


"Temukan hartaku, bagi kalian yang bisa mengartikannya!" Dan suara tawa Levasseur terdengar menggema dari dalam kuburannya.



Notes :


Kuburan Olivier Levasseur saat ini berada di pulau Reunion, wilayah Perancis yang terletak di laut Hindia, sebelah selatan Madagaskar. Sedangkan Seychelles tempat harta itu berada adalah sebuah negara kepulauan yang kecil di Samudera Hindia, Timur Laut Madagaskar. Negara ini diapit oleh Mauritius, pulau Reunion, Komoro, Mayotte dan Maladewa. Luasnya sekitar 455 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 80.000 jiwa.
2 komentar

Benarkah Jepang Suku Yahudi yang Hilang?

Benarkah Jepang suku yahudi yang hilang ya? Entahlah, Jepang, negeri yang terletak relatif jauh dari Mesir, pusat dan asal dari Kabbalah (ajaran Yahudi) memiliki keterkaitan dan bahkan diyakini masih satu hubungan darah. Bukankah orang Jepang memiliki kepercayaannya sendiri yang diberi nama Shintoisme dan orang-orang Israel juga memiliki kepercayaannya sendiri yang dinamakan Agama Yahudi dengan kitab Talmudnya?


Sebuah fakta menarik akan terkuak di sini, pertanyaan besar yang akan terjawab dari dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg. Kedua bangsa yang sepertinya beda, Jepang dan Yahudi, ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya.

Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum.

Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.

Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”.

Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut. Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional. Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq.

Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari.

Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.

Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.

Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha, hanya dalam Islam yang akan dikorbankan oleh nabi Ibrahim adalah Ismail bukan Ishaq seperti pemahaman umat kristiani. Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme.

Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”,“isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan“chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan.

Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut“oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.

Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.

Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.

Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi.
1 komentar

Misteri Batu-batu Berjalan di California

Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan".

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.

Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.



Tapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.


Apakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.

Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.
2 komentar

Remaja 14 Tahun Ungkap Misteri Bawah Laut


OTTAWA - Sebuah kamera bawah laut yang mencapai hingga kedalaman 894 meter (hampir 3 ribu kaki) di perairan Barkley Canyon, mengabadikan video dasar laut. Video tersebut ditangkap oleh Kirill Dudko, remaja berusia 14 tahun asal Donetsk, Ukraina.

Dilansir Discovery, Kamis (31/1/2013), dalam aksi menyelamnya, Dudko mengabadikan seekor hagfish atau remang, yang dianggap sebagai bentuk ikan purba. Pada video yang diunggah ke YouTube, terlihat ikan tersebut memangsa beberapa hewan kecil yang juga tampil dalam video.

Pengamatan bawah laut ini dilakukan untuk memberikan wawasan baru bagi ilmuwan di seluruh dunia. Video ini menampilkan aktivitas hewan di dasar laut, yang diabadikan menggunakan kamera video dengan kabel fiber optik sepanjang 800 kilometer.

"Makhluk ini tidak seperti ikan. Saya yakin hewan ini adalah mamalia, karena hidung dan kumisnya. Namun, ini juga tidak terlihat seperti ikan paus," kata Dudko.

Kim Juniper, Associate Science Director NEPTUNE mengatakan, hewan ini menghabiskan 90 persen hidupnya di bawah air. Dudko kabarnya merupakan orang pertama yang pernah melihat cara makan hagfish secara langsung.

"Sekarang kita tahu bahwa hagfish tidak menggigit atau mengunyah, namun cara makan hewan ini ialah dengan cara menghirup mangsanya. Hewan ini memiliki vakum bertekanan rendah di sekitar mulutnya," terangnya.

Dudko mengatakan kepada Colonist Times bahwa ia ingin mengubah hobinya menjadi karir sebagai seorang ahli biologi kelautan. "Saya menghabiskan banyak waktu me video NEPTUNE, karena saya pikir dunia bawah laut memiliki banyak rahasia. Ini benar-benar menarik," ungkapnya
4 komentar

Misteri Fosil Alien Berukuran 15 Cm Dari Chili


Pada tahun 2003, sebuah fosil humanoid (menyerupai manusia) ditemukan di Gurun Atacama, Chili. Fosil ini memiliki bentuk kerangka mirip manusia, dengan ukuran hanya 6 inchi atau sekitar 15 cm. Namun, ada tonjolan aneh di kepalanya, tonjolan ini tidak proporsional dibanding tubuhnya yang kecil, hitam, dan bersisik. Fosil ini juga memiliki gigi keras yang tidak sama dengan manusia, dan memiliki 9 tulang rusuk. Fosil yang diberi nama 'Atacama Humanoid' atau disingkat Ata, ditemukan oleh pria bernama Oscar Munoz pada 19 Oktober 2003 saat mencari benda-benda bersejarah di Kota La Noria, sebuah kota 'hantu' di Gurun Atacama. Dirinya menemukan kain putih yang isinya adalah fosil ini, di dekat runtuhan gereja tua. Fosil ini tampak seperti jenglot jika di Indonesia. Temuan ini memicu kehebohan dan spekulasi liar terkait asal usulnya. Beberapa dugaan, fosil ini adalah janin yang digugurkan, monyet, atau bahkan alien. Dilansir dari Hufifngton Post, program dokumenter Sirius berusaha memecahkan misteri fosil tersebut. Dalam tayangan film dokumenter, sampel DNA dari sumsum tulang yang diekstrasi di spesimen kerangka, dianalisa oleh para ilmuwan terkemuka dari universitas bergengsi di Amerika Serikat. Kesimpulannya, benda tersebut adalah "mutasi menarik" dari seorang manusia berjenis kelamin pria, yang selamat setelah dilahirkan, berusia antara 6 sampai 8 tahun. "Saya bisa mengatakan, dipastikan ini bukan monyet. Melainkan manusia -- lebih dekat ke manusia daripada simpanse. Ia hidup hingga berusia 6 sampai 8 tahun," kata Garry Nolan dari Sekolah Kedokteran Stanford University, California. "Jelas, mahluk itu pernah bernafas, makan, bermetabolisme. Pertanyaannya, seberapa besar mahluk itu ketika dilahirkan," tambah dia. Dan jangan khawatir, "DNA mengungkapkan banyak hal. Kami juga memiliki teknik komputasi yang memungkinkan kita untuk menentukan, dalam waktu singkat, apakah nyatanya, ini manusia." Dokumenter Sirius juga melakukan eksplorasi terhadap UFO atau ET, dengan mengungkap dokumen rahasia, dan dugaan teknologi canggih yang digunakan mahluk asing menuju Bumi.
1 komentar

Popobawa, Roh Jahat yang Suka Sodomi Manusia

Popobawa, disebut juga Popo Bawa, adalah nama suatu roh jahat yang diyakini oleh warga untuk pertama kali muncul di pulau Pemba, Tanzania. Pada tahun 1995 mahluk misterius ini menjadi fokus utama histeria kolektif atau rasa panik yang tersebar dari Pemba ke Unguja, pulau utama di kepulauan Zanzibar, dan menyeberang ke Dar es Salaam dan pusat-pusat perkotaan lainnya di pantai Afrika Timur.

Popobawa adalah nama Swahili yang diterjemahkan secara harfiah sebagai ” sayap kelelawar ” (dari bahasa Swahili). Nama ini dikatakan berasal dari deskripsi bayangan roh kegelapan yang menyerang di malam hari. Nama dari Swahili menggunakan bentuk jamak dari nama mapopobawa untuk menyebut beberapa manifestasi perasaan takut. Popobawa adalah shapeshifter dan digambarkan mengambil bentuk yang berbeda, bukan hanya sebagai kelelawar sebagaimana namanya. Mahluk misterius ini dapat mengambil bentuk rupa manusia atau hewan, dan bermetamorfosis dari satu ke yang lain. Popobawa biasanya dilihat rumah-rumah di malam hari, tetapi juga dapat dilihat pada siang hari dan kemudian dia tampak seperti manusia dengan jari-jari tajam. Kehadirannya ditandai dengan kehadiran bau tajam, namun hal ini tidak selalu terjadi.


Popobawa menyerang pria, wanita dan anak-anak, dan dapat menyerang seluruh anggota keluarga, sebelum meneruskan ke rumah lain di sekitarnya. Serangan malam dapat terdiri dari serangan fisik sederhana dan/atau seperti fenomena poltergeist, tetapi yang paling ditakuti adalah penyerangan seksual dan sodomi laki-laki dewasa dan wanita. Korban sering didesak untuk memberitahu orang lain bahwa mereka telah diserang, dan diancam dengan kunjungan berulang oleh Popobawa jika mereka tidak melakukannya.

Selama isu serangan Popobawa, banyak orang mencoba untuk mencegah serangan dan menghabiskan malam dengan tidur di luar rumah mereka, seringkali berkerumun di sekitar api terbuka dengan anggota keluarga lainnya dan tetangga. Kepanikan paling sering terjadi di Zanzibar, di seluruh pulau Pemba dan di utara dan barat pulau Unguja, termasuk kota Zanzibar. Pada kesempatan lain juga telah dilaporkan di Dar es Salaam dan kota-kota lain di pantai daratan Tanzania.

Sebagai makhluk legendaris, sebuah kisah populer mengatakan bahwa pada tahun 1970 seorang syekh marah dan menciptakan jin untuk membalas dendam pada tetangganya. Syekh ini hilang kendali dan melakukan cara-cara setan. Laporan serangan Popobawa itu pada tahun 1972 di pulau Pemba. Banyak kasus yang terjadi di tahun 80-an, kemudian 1995, 2000 dan 2001. Serangan tampak naik dan turun dengan siklus di Zanzibar seperti serangan tahun 1972.


Penduduk desa menyatakan bahwa Popobawa menjadi marah jika ditolak keberadaannya. Popobawa berbicara kepada sekelompok orang desa di Pemba pada tahun 1971 melalui seorang gadis yang dimiliki oleh rakasa tersebut. Si gadis, yang disebut Fatuma, berbicara dengan suara berat kepada seorang pria dan kemudian penduduk desa mengatakan mereka mendengar suara gemerisik pada atap di dekatnya.

Mjaka Hamad, salah satu korban serangan Popobawa pada tahun 1995, telah menulis penderitaannya kepada media. “Saya bisa merasakannya,” kata Hamad. “… Sesuatu yang menekan saya. Saya tidak bisa membayangkan hal macam apa yang terjadi padaku Anda merasa seolah-olah Anda ingin berteriak." Rasanya seperti mimpi tapi kemudian saya berpikir bahwa ini Popobawa dan ia telah datang untuk melakukan sesuatu yang mengerikan bagi saya, sesuatu yang bersifat seksual. Hal ini lebih buruk dari apa yang dia lakukan bagi wanita. “Hamad mengklaim bahwa ia tidak percaya pada Popobawa atau roh-roh lain sebelum serangan itu dan menunjukkan bahwa itulah alasan ia diserang. “Saya tidak percaya pada roh-roh sehingga mungkin itulah mengapa menyerang saya. Mungkin ia akan menyerang siapa pun yang tidak percaya.” Hingga kini mahluk aneh ini masih merupakan misteri manusia.
1 komentar

Inilah Misteri Dibalik Lagu “Sephia” Grup Band Sheila On 7




Quote:
Inilah Misteri Dibalik Lagu “Sephia” Grup Band Sheila On 7 - Tentu kalian sudah tahu atau pernah mendengar lagu Sephia yg dinyanyikan oleh grup band Sheila on7 yg sempat booming pada tahun 1995-2000an dengan model video clip Rachel Maryam. Lagu ini diciptakan oleh gitarisnya yg bernama Eross dari pengalaman pribadinya yg terbilang cukup menyeramkan.

Ceritanya gini, pada suatu malam saat eross sedang memainkan gitar kesayangannya untuk menciptakan bait-bait lagu, tiba-tiba telepon rumahnya berdering. Setelah diangkat ternyata suara seorang wanita yang mengaku bernama sephia.

Tentu saja eross menjadi sangat bingung karena ia tidak mengenal gadis dengan nama sephia itu, lantas dia bertanya kepada sephia darimana dia tau nomor telepon rumahnya dan Sephia menelpon darimana.

Kemudian dijawab jika dia mengetahui nomor telepon rumah Eross dari seorang fans dan dia menelpon dari sebuah telepon umum yg ada didepan rumah eross. Karena merasa penasaran, eross pun lantas mengecek telepon umum yang ada didepan rumahnya, dan apa yg terjadi ? ternyata ditempat telepon umum itu tidak ada siapa-siapa.

Dan yg lebih membuat eross kaget, gagang telepon umum itu melayang-layang sendiri seperti sedang digunakan oleh seseorang yang sedang menelepon. Tentu saja eross langsung ketakutan dan buru2 menutup telpon dari sephia.

Esoknya, eross pun langsung mencari info tentang gadis yang bernama sephia itu. Beberapa lama kemudian, eross pun dapat menemukan info alamat rumah sephia dan eross pun segera mendatanginya.

Setelah sampai dirumah sephia, eross pun lantas dipersilakan masuk oleh orang tua sephia, kemudian eross pun menceritakan tentang hal yg dia alami tadi malam kepada ortu sephia, tentu saja ortu sephia langsung kaget dan sedih mendengar cerita eross.

Ortu sephia pun lantas menceritakan tentang anaknya itu. Sephia itu ternyata adalah fans berat sheila on 7 yg tewas kecelakaan saat akan me könser sheila on 7 beberapa bulan yang lalu. Dan bisa ditebak siapa yg menelepon eross tadi malam, yaitu arwah sephia. Kemudian eross diajak oleh ortu sephia ke kamar sephia, disana tertempel begitu banyak poster-poster grup sheila on 7 di dinding kamar sephia.

Orangtua sephia kemudian mengajak eross mengunjungi makam sephia. Disana, eross memanjatkan doa untuk ketenangan arwah fans berat grupnya itu.

Karena peristiwa itu pun eross lantas menciptakan lagu yg berjudul “Sephia” dengan maksud untuk memberikan penghormatan dan kenangan untuk arwah sephia di alam sana. Dan eross pun lantas menempeli huruf-huruf bertuliskan “I LOVE SEPHIA” dibelakang gitar kesayangannya dan selalu ditunjukkan kepada pe disetiap akhir lagu Sephia pada tiap-tiap konser sheila on 7.
3 komentar

Misteri Buku yang Bahannya Terbuat Dari Kulit Manusia..



Buku kuno ini dari luar kelihatannya biasa-biasa aja yah, tapi tau tidak bahan dasar pembuatan sampul buku ini dari apa ?

Kulit Manusia !!!

Kalau pernah dengar dengan yang namanya sampul buku kulit manusia maka inilah wujudnya. Buku dengan sampul kulit manusia ini berumur kira-kira 300 tahun, ditemukan di Downtown, Leeds, Inggris.

Nampaknya buku ini sempat dicuri setelah kemudian ditemukan lagi oleh anggota kepolisian.Buku dengan sampul ini sangatlah langka dan harganya sangat mahal, tapi pada Zaman-zaman Revolusi Perancis dulu, buku dengan sampul kulit manusia banyak yang beredar.

Soalnya banyak para korban dari Revolusi Perancis tulang belulangnya malah dijadiin bahan bangunan (mirip Evora Chapel di Portugal, dimana sebagian besar struktur bangunan Gerejanya tersusun dari tulang belulang manusia). Kalo kulitnya ya dijadiin sampul, mungkin ada juga yang dibikin hiasan untuk pajangan dinding dinding rumah.

Memang, buku ini adalah salah satu dari peninggalan masa-masa Revolusi Perancis dulu. Seluruh isinya juga berbahasa Perancis. Pemilik aslinya juga salah satu Bangsawan Prancis, yang ahirnya berniat untuk mendonorkan buku ini disalah satu Perpustakaan sejarah di Kota Leeds, Inggris.

Menurut desas-desus yang beredar, katanya si Bangsawan sudah tidak tahan lagi menyimpan buku ini dikediamannya, karena hampir setiap malam hari, dari arah buku ini sering muncul suara teriakan-teriakan minta tolong. Makanya kemudian ia berniat mendonorkannya untuk disimpan di Perpustakaan saja.
0 komentar

Kerajaan Atlantis" Ada di Kawasan Perairan Brasil?

Keberadaan Atlantis atau Atlas yang berperadaban maju menjadi misteri yang belum terpecahkan selama ribuan tahun. Meski asal-usul Atlantis condong ke fiksi, banyak orang selama berabad-abad mengklaim, ada kebenaran yang tersembunyi dari mitos itu dan bersepekulasi di mana Atlantis akan ditemukan. 


Ada banyak "ahli Atlantis" yang mengaku menemukan benua yang hilang, di antaranya, di Samudera Atlantik, Antartika, Bolivia, Turki, Jerman, Malta, Karibia, juga Indonesia. 



Melansir laman Phys.org, Rabu 8 Mei 2013, baru-baru ini para ahli geologi Brasil mengumumkan telah menemukan sebuah batu granit di perairan Samudera Atlantik yang berjarak 1.500 kilometer dari kota Rio de Janeiro, Brasil.



Para ahli itu menduga, batu granit itu berasal dari benua yang tenggelam saat benua Afrika dan Amerika Selatan tenggelam pada 100 juta tahun yang lalu.



Menurut Roberto Ventura Santos, Pejabat Tinggi di Brazil Geology Service (CPRM), sampel batu granit itu telah ditemukan dua tahun lalu saat dilakukan operasi pengerukan di daerah pegunungan di perairan Brasil atau yang dikenal sebagai "Rio Grande Elevation".



"Selama ini batu granit dikenal sebagai batu yang berasal dari sebuah benua. Dari hasil hipotesis kami, batu granit itu mungkin berasal dari Atlantisnya Brasil," kata Santos. Santos mengakui, awalnya para ahli tidak menduga bahwa batu granit yang ditemukan di perairan Brasil berasal dari sebuah benua.

Akhirnya pada bulan lalu, tim ilmuwan Brasil bekerjasama dengan tim ilmuwan Jepang mengeksplorasi bawah laut dengan menggunakan kapal berawak submersible Shinkai 6500. Tujuannya untuk meneliti formasi geologi bawah laut di wilayah perairan Brasil. "Dari hasil temuan yang didapatkan, kami mulai melihat tanda-tanda dari benua yang hilang pada jutaan 
0 komentar

Misteri Tenggelamnya Kapal Titanic


Tenggelamnya kapal penumpang terbesar pertama di dunia RMS Titanic, menyimpan banyak misteri dan versi. Terutama tentang bagaimana mungkin kapal yang didaulat tidak bisa tenggelam itu akhirnya terpuruk di dasar laut justru pada pelayaran perdananya. (lihat titik karam Titanic)
Seorang wanita di Inggris baru-baru ini mengungkapkan sebuah kisah di balik tenggelamnya kapal Titanic, yang akan meruntuhkan semua versi yang ada.

Louise Patten
Namanya Louise Patten, seorang pengusaha wanita yang juga merupakan direktur perusahaan FTSE 100.
Ia mengatakan bahwa neneknya telah mengungkapkan sebuah rahasia ketika Patten berusia 16 tahun tetapi Patten dilarang untuk membocorkannya karena akan menyebabkan dua hal.
Pertama, rahasia ini akan menghancurkan nama baik almarhum kakeknya, Charles Lightoller, seorang penerima penghargaan pada Perang Dunia I yang juga merupakan pahlawan karena ambil bagian dalam operasi evakuasi Dunkirk pada 1940.
Kedua, rahasia ini akan mengubah sejarah serta membalikkan versi resmi dari tenggelamnya Titanic pada Minggu malam, 14 April 1912 yang menewaskan 1517 orang.

Akhirnya, pada usianya yang ke-56 tahun, dia membeberkan rahasia tersebut karena dinilainya merupakan waktu yang tepat.
Lagipula, menurutnya, semua yang terlibat dalam peristiwa Titanic telah meninggal.
Patten tidak ingin rahasia ini ikut hilang ketika dia meninggal nanti.
Rahasianya ini juga dibaginya dalam novel terbarunya yang berjudul “Good as Gold”.
“Kakekku adalah seorang petugas nomor dua di Titanic, Charles (Herbert) Lightoller. Dia sedang berada di kabin ketika kapal itu menabrak gunung es.

Titanic Captain, Edward John Smith
Dia menolak untuk ikut dalam sekoci penyelamat, karena keberuntunganlah dia akhirnya dapat hidup,” ujar Patten memulai ceritanya saat diwawancara oleh The Telegraph, Kamis 23 September 2010.
Patten menceritakan semua yang ibunya ceritakan dahulu. Patten mengatakan bahwa kakeknya meloncat ke air yang dingin saat Titanic tenggelam di perairan Grand Banks dekat pulau Newfoundland di Kanada.
Kakeknya ikut terhisap air saat kapal tersebut terhisap ke dasar laut, kemudian terjadi ledakan pada kapal yang mendorong kakeknya ke permukaan.
Beruntung, kapal penyelamat sedang berada di lokasi tersebut dan dia berhasil diselamatkan.

Titanic First Officer, William Murdoch
Ketika ditanya oleh Dewan Perdagangan Inggris dan Senat AS apakah dia melakukan percakapan setelah tabrakan dengan Kapten atau petugas pertama William (McMaster) Murdoch yang saat itu sedang bertugas, kakeknya menjawab tidak. Patten mengatakan bahwa kakeknya berbohong.
“Setelah tabrakan terjadi, kakekku turun ke bawah dengan Kapten Edward John Smith dan Murdoch, menuju ke kabin Murdoch untuk mengambil senapan untuk menjaga keadaan jika terjadi kerusuhan ketika menurunkan sekoci.
Kakek menceritakan bahwa bukannya mengendalikan Titanic memutari gunung es ke sebelah kiri, pengendali kapal Robert Hichens, panik dan memutarnya ke arah yang berlawanan,” ujar Patten.

Titanic Second Officer, Charles Lightoller
Mungkin ini terdengar sebagai kesalahan yang tidak patut bagi pengemudi kapal sekelas Titanic, namun Patten menjelaskan semuanya.
Dia mengatakan bahwa kapal uap Titanic masih menggunakan kemudi seperti kapal layar, yang disebut sebagai Tiller Orders.
Pada kemudi seperti ini, jika ingin berbelok ke kanan, maka yang ditekan adalah yang ke arah kiri, begitu juga sebaliknya.
Sedangkan kapal uap umumnya menggunakan Rudder Orders atau Helm Orders, yaitu kemudi yang berbelok persis seperti yang diinginkan.
“Murdoch memberikan perintah Tiller Orders kepada Hitchins. Dalam keadaan panik, Hitchins memutarnya menggunakan Rudder Order persis seperti pada latihan”.

Titanic hitting the iceberg
“Mereka hanya punya empat menit untuk mengubahnya, ketika Murdoch mendapati kesalahan Hitchins dan mencoba memperbaikinya, semuanya sudah terlambat,” jelas Patten.
Kemudian Patten menceritakan lagi rahasia yang lebih mencengangkan.
Patten mengatakan bahwa Hitchin lah yang membuat kesalahan, namun yang membuat keputusan menenggelamkan kapal titanic yang menewaskan ribuan orang adalah pemilik Titanic sendiri, Bruce Ismay, pemimpin White Star Line.

Titanic sinking
“Titanic menabrak gunung es pada titik vitalnya, namun menurut perkiraan kakekku, Titanic dapat mengapung dalam waktu yang lama.
Tapi Ismay keluar dan tidak ingin investasi besarnya berada diam di tengah laut Atlantic dan tenggelam perlahan, atau diderek ke pelabuhan terdekat.
Itu bukanlah publisitas yang bagus! Dia menyerukan Kapten untuk berjalan dengan pelan. Titanic dibuat tidak untuk tenggelam,” kisah Patten.

Titanic sinking
Patten mengatakan bahwa Titanic bisa saja selamat dan tidak akan ada orang yang tewas jika kapal itu diam saja dan menunggu bantuan datang.
Namun dengan berjalan perlahan, tekanan air laut memasuki lambung yang robek dan memenuhi setiap lantai satu persatu, itulah yang menyebabkannya tenggelam.
Ditanya mengapa kakeknya berbohong selama ini, Patten mengatakan bahwa kakeknya terpaksa berbohong untuk melindungi orang banyak.

Bangkai Titanic yang karam
“Ketika dia berada di sekoci, Bruce Ismay mengatakan kepada kakekku bahwa jika membocorkan hal ini, maka White Star Line akan dinyatakan lalai dan tidak layak menerima asuransi”.
Ismay mengatakan bahwa perusahaannya akan bangkrut dan semua orang akan kehilangan pekerjaannya jika semua rahasia ini terkuak.
“Ini adalah kode kehormatan diantara orang-orang seperti kakek saya pada waktu itu. Jadi dia berbohong untuk melindungi pekerjaan orang lain,” jelasnya.

Terlihat halauan bangkai Titanic yang karam
Jadi pada intinya, kejadian tenggelamnya Titanic ini bisa dibilang sabotase pemimpin White Star Line, Bruce Ismay agar mendapatkan asuransi!
Ya, semua ini demi hanya untuk mendapatkan asuransi dengan mengorbankan ribuan nyawa para penumpangnya dalam perjalanan pertama perdana, dari Eropa ke Amerika,.
Itulah kisah yang sebenar-benarnya tentang RMS (Royal Mail Ship) Titanic, “kapal terbesar yang takkan pernah tenggelam”, justru tenggelam pada awal pelayarannya!
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BOWO PRIMA SHOP - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger